Perias Pengantin

Dari awal ada rencana menikah, saya sudah disarankan oleh uwa (kakaknya orang tua, dalam bhs. sunda) agar menggunakan jasa rias oleh dukun manten. Menurut pengalaman uwa saat menikahkan sepupu saya, riasan dukun manten dan make up artist itu beda banget. Sebenarnya apa bedanya make up artist dengan dukun manten? Kalau make up artist hanya memoles pengantin supaya cantik, dukun manten tidak sekedar memoles pengantin tetapi juga melakukan doa-doa dan ritual-ritual sedemikian rupa sehingga pengantin menjadi tidak hanya cantik tetapi juga (konon) manglingi dan merefleksikan inner beauty. Selain itu dukun manten mempunyai pakem-pakem tersendiri dalam merias pengantin. Salah satu contoh pakem yang saya tahu untuk pengantin jawa adalah proses paes pengantin hanya boleh dilakukan oleh yang sudah menikah.

Untuk melakukan tugasnya dengan baik, seorang dukun manten harus mempersiapkan mentalnya sebelum merias pengantin. Salah satu persiapannya adalah melakukan puasa. Ada juga beberapa dukun manten tidak berpuasa tetapi hanya memakan nasi putih dan air putih (ini namanya puasa mutih ya?). Sama seperti dukun manten, pengantin yang akan dirias oleh dukun manten juga harus melakukan puasa.

Dari beberapa cerita-cerita yang saya dapatkan tentang dukun manten, ada dukun manten yang memasang sesajen-sesajen di beberapa titik rumah dan gedung, ada juga yang melarang pengantin bercermin dari awal dirias hingga acara selesai, ada juga yang diminta meminum air yang sudah dibaca-bacai doa. Kalau dipikir-pikir dengan logika, ritual-ritual tersebut nampak aneh dan agak menakutkan ya. Konon agar ritual-ritual yang dilakukan dukun manten mempunyai efek pada pengantin, pengantin tidak boleh memiliki keraguan sedikitpun, pokoknya harus yakin dan percaya. Saya pribadi tidak keberatan menggunakan dukun manten asalkan doa yang dipanjatkan hanya kepada Allah SWT dan ritual-ritual yang dilakukan tidak melanggar ajaran Islam. Salah-salah melakukan ritual dan doa takutnya malah jadi syirik *atut*.

Dari awal survey rias pengantin saya tidak mematok harus menggunakan dukun manten atau make up artist. Beberapa vendor rias pengantin sempat saya survey, salah satunya sanggar Liza yang sempat saya review disini. Tapi setelah mempertimbangkan beberapa hal, saya memutuskan untuk tidak menggunakan jasa sanggar Liza. Kenapa? Jadi, kami ingin vendor rias pengantin yang bisa menyediakan prosesi-prosesi adat mengingat acara kami nanti akan menggunakan adat sunda fuuull dari awal sampai akhir. Prosesi adat yang kami inginkan seperti siraman, ngeuyeuk seureuh, kacapi suling, mapag pengantin, degung, saweran dan lain-lain, kebanyakan akan dilakukan di rumah saya di Bogor sehingga jika menggunakan jasa penyedia prosesi adat dari Jakarta akan repot dimasalah transportasi. Atas pertimbangan itu akhirnya kami memilih untuk menggunakan vendor jasa rias dan prosesi adat yang ada di Bogor.

Selain pertimbangan lokasi, hal yang lain yang saya cukup perhatikan adalah perias yang mau mendengarkan pendapat dan permintaan pengantin. Saya pernah baca review mengenai sebuah vendor rias di Jakarta, mari kita sebut saja R***. Jadi dalam review itu pengantin bercerita kalau ia tidak setuju dengan konsep meninggikan jilbab dengan sanggul seperti punuk unta (jelas-jelas ada dalilnya gitu), tapi periasnya sambil agak ketus gitu bilang “pengantin-pengantin lain juga diginiin kok” sambil ngejejelin sanggul ke kepala pengantin. Males banget kan. Memang sih harusnya konsep riasan harus dibicarakan matang-matang sebelumnya, jadi pada hari-H saat proses merias hanya tinggal eksekusinya saja. Kalau perias tidak setuju dengan pendapat dan permintaan pengantin (for the sake of the bride’s look) ya harus disampaikan dengan baik-baik, namanya juga berdiskusi untuk mencapai titik temu.

Untuk perias di Bogor saya mendapat dua nama, yaitu Rumah Pengantin dan Elyz Griya Pengantin. Saya tahu Rumah Pengantin karena beberapa kakak kelas saya di SMA menggunakan vendor ini saat menikah. Sedangkan saya tahu Elyz Griya Pengantin dari ibu saya yang mendapatkan rekomendasi dari temannya.  Keduanya sudah kami survey langsung ke kantornya dan kami juga sudah melihat-lihat portofolio hasil riasannya. Pada tahap ini Ibu saya benar-benar menyerahkan keputusan kepada saya. Kata ibu saya, saya udah cantik kok jadi pakai perias siapa saja pasti ga akan masalah (hahahaha, bisa banget deh mamih ini~). Yang penting saya harus sreg dan percaya dengan perias yang akan merias saya nanti, jadi tinggal feeling saya lebih condong kemana.

Setelah merenung (haha, lebai) saya lebih memilih Rumah Pengantin. Lalu saya dibawa ke Rumah Pengantin dan bertemu dengan ibu Iin. Di Rumah Pengantin ini ada 3 perias yaitu Ibu Daisy, Ibu Iin kakaknya Ibu Daisy dan Ibu Dewi adik ipar Ibu Daisy dan Ibu Iin.  Oh iya urutan diatas berdasarkan prioritas ya, jadi kalau kita booking pertama akan dirias oleh ibu Daisy, jika kita di hari yang sama kita booking sebagai pelanggan kedua maka akan dirias oleh ibu Iin, dan seterusnya. Namun jika dalam satu hari hanya ada satu pelanggan maka ketiga perias akan turun bersama. Disana saya dijelaskan kalau Rumah Pengantin ini sudah merias pengantin selama 3 generasi, jadi ibu Daisy dan ibu Iin ini adalah generasi ketiga. Selain ibu Daisy dan ibu Iin, ada juga saudara-saudara lelaki mereka. Nah bapak-bapak ini bertugas menangani pengantin lelaki, ayah pengantin, dan keluarga yang berjenis kelamin lekaki. Pokoknya Rumah Pengantin mempunyai aturan kalau perempuan harus ditangani oleh perempuan dan lelaki harus ditangani oleh laki-laki, dengan alasan supaya tidak membatalkan wudhu. Selain pakem harus tetap memiliki wudhu selagi merias, mereka juga melakukan doa-doa ketika merias pengantin. Saya tidak tahu apakah Rumah Pengantin dapat disebut sebagai dukun manten tetapi dari penjelasan yang saya terima tidak ada tuh ritual yang aneh-aneh. Yang jelas mereka mempunyai pakem-pakem yang membuat mereka unggul dari make up artist biasa.

Pada akhirnya saya deal dengan Rumah Pengantin *HOREE!*. Paket yang saya ambil terdiri dari rias pengajian, siraman, ngeuyeuk seureuh, akad nikah, dan resepsi. Sudah termasuk juga rias orang tua+besan, rias saudara kandung, rias among tamu, seluruh prosesi adat, dan charge transport ke Jakarta karena resepsi nanti akan bertempat di Jakarta. Memang banyak yang bilang Rumah Pengantin mahal tapi setelah saya dapat penawaran untuk 3 hari acara, bisa dibilang penawarannya great deal banget lho.

Sejauh ini diskusi dengan mereka enak kok. Mereka juga memberikan banyak saran, termasuk riasan jawa untuk acara ngunduh mantu saya di kota si calon suami (Rumah Pengantin memang terkenal dengan riasan jawa yang megang banget) padahal saya jelas tidak akan menggunakan jasa mereka saat ngunduh mantu lho, jauh euy.

Lega banget senangnya akhirnya sudah dapat perias ;) Alhamdulillaaah.

———————————————-
Rumah Pengantin Ibu Daisy Soetisno
Alamat : Jl.Samiaji II/8 Indraprasta I Bantarjati Bogor
Telp : 0251-716 7777

About these ads

12 responses to “Perias Pengantin

  1. Mira Mayang

    Mba, boleh saya tau brapa price nya untuk Riasan dari rumah pengantin plus akomodas’nya. Soalnya saya ada di Jakarta :) Terima kasih sebelum’nya yah

  2. Nurul

    halo mba, boleh share pricenya ke saya.. alamat email saya di ulul_queen@yahoo.com
    Terimakasih mba :)

  3. kellina

    mba kebetulan ak org sinda jg nih.. ak mau dong PL rumah pengantin yg di bogor.. kalo di jkt ada rekomendasi buat makeup n adat sunda gak? kirim ke email ak yah mbak kelzna@gmail.com.. terima kasih ;)

  4. ayu

    Mba boleh minta infonya di email ke aku juga gak? makasih yah

  5. keyla

    hay mba,boleh minta pricelistnya ke email keylalovelya@hotmail.com hehe makasiii:D

  6. Kartika Zuhra

    halo mba, boleh tau hasil riasannya bagaimana dan berapa budgetnya? saya kebetulan berencana menagadakan akad nikah di rumah saya di cibinong, dan resepsi di jakarta.

  7. Halo semuanya, maaaaaf banget aku ngga simpen price list dalam bentuk soft copy. Price list dan penawarannya juga dalam hard copy dan lupa disimpan dimana, ibuku yang nyimpen :| maaf bangeet

  8. Thika pattinama

    Teh boleh atuh liat hasil riasan teteh. Saya jg di bogor. Ini email saya pattinamathika@gmail.com. Nuhun teh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: